Belum Genap Sebulan dibuka, Kini Jalan Utama STAIN Majene Kembali ditutup.
Dalam wawancara Baitul Akhbar penutupan jalan ini terkait dengan sengketa lahan yang belum terselesaikan antara pihak ahli waris. Konflik lahan ini mencuat ke permukaan beberapa Minggu lalu dan belum menemukan titik terang.
Pertemuan mediasi telah dilakukan antara pihak ahli waris. Namun, belum menghasilkan solusi yang memuaskan bagi semua pihak terkait.
"Jadi saya, harapan saya sama Pemerintah Kab. Majene. Kan ini sertifikatnya belum kita tau di mana, jadi saya tidak akan mau membayar lahan di sana tanpa ada sertifikat aslinya. Jadi kalau Pemda juga mau membayar pembebasan lahan di sana, tolong saya di pertemukan dengan Amirullah, Karena Amirullah ini sudah terkait sama saya. Jangan sampai ahli waris saya 50 tahun kemudian, bahwa menurut ahli waris saya bahwa bapakku ini sudah beli ini lahan, kenapa malah dibeli oleh Pemda. Maksud saya begitu, Terima kasih," Jelas H. Obi salah satu pemilik lahan.
Tidak hanya masyarakat, Polsek dan Polres juga turut menyaksikan pembangun pondasi oleh salah satu pemilik jalan.
"Karena tertutupnya jalur itu STAIN, akhirnya ada keributan, ee ada sempat ya,, bukan keributan, ee ada sempat yaa agak hangat antara pihak yang menutup ini dengan pihak yang ingin membuka jalan. Alhamdulillah, dengan kehadiran personil di lapangan, ee dari kedua belah pihak kita bisa menenangkannya, dan kemudian di ajak mediasi ke Polsek sini," Jelas IPTU Jatmika.
Dari informasi yang diperoleh, jalan utama STAIN Majene kembali disita pemiliknya karena Bupati Majene tidak membayar utang dalam hal ini Pemerintah.
"Sekarang ini kita sementara identifikasi lahannya, terus kemarin sudah diturunkan tim pengukur dari pihak BPN. Cuman sementara kita masih tunggu ketua bidangnya dari BPN sambil kita lengkapi lagi data-datanya pemilik lahan," Jelas Irfan selaku Kabid Pertahanan.
Terkait tertutupnya jalan utama STAIN Majene, Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) melakukan aliansi dengan mengajak seluruh Mahasiswa STAIN Majene untuk mencari kejelasan mengenai tertutupnya jalan utama STAIN.
"Kami sepakat melakukan aliansi Mahasiswa untuk mendesak Pemda, bagaimana caranya agar tanah tersebut bisa di buka. Sehingga kami memutuskan untuk melakukan aliansi pada hari kamis jam 09.00 pagi di Kantor Bupati. Setelah kami bertemu dengan Wakil Bupati di dalam ruangan pola, kami melakukan negoisasi antar Mahasiswa dengan pihak Pemda dalam hal ini Aris Munandar sebagai Wakil Bupati. Nah di situ bernegosiasi cukup lama dan mendapatkan perjanjian bahwa Pak Aris Munandar sebagai Wakil Bupati membuat perjanjian dengan Mahasiswa untuk membuka jalan STAIN selama ditarget 2 Minggu ke depan. Bahwa 2 Minggu ke depan jalan akan di buka. Itulah hasil mediasi kami dengan Pemda. Yaa harapan kami semoga Pak Bupati menempati janjinya," Jelas Muh. Ainun Najib selaku ketua Dema STAIN Majene.

Komentar
Posting Komentar