Miris! Lebih Suka Kerja Sebagai Badut, Anak di Bawah Umur Memilih Putus Sekolah

Majene - Baitul Akhbar. Karim, anak berusia 13 tahun memutuskan berhenti sekolah dan memilih bekerja sebagai Badut di Perempatan lampu merah Kota Majene.


Dalam wawancara Baitul Akhbar Karim memutuskan bekerja sebagai badut setelah ibunya wafat saat ia menginjak kelas 4 SD. Saat ini Karim tinggal bersama ayahnya yang bekerja sebagai tukang kopra, mirisnya ayah Karim mengetahui jika ia bekerja sebagai badut namun tak ada larangan dari sang ayah.

Karim awalnya mendapatkan informasi mengenai pekerjaan dari teman sebayanya yang juga merupakan salah satu pekerja badut jalanan. Karim mengaku mengambil pekerjaan tersebut karena tidak memiliki kegiatan dirumah, ia merasa senang bekerja sebagai badut karena mendapatkan uang dan dapat bermain bersama teman-temannya yang bekerja sebagai badut jalanan.

Lebih lanjut Karim menjelaskan bahwa sudah 1 tahun ia bekerja sebagai Badut. Adapun pekerjaan nya dimulai dari pukul 07.00 hingga pukul 19.00 malam. Upah yang ia dapatkan dalam sehari tidak tentu.

"Tidak tentu uang yang ku dapat kak, ya dari Rp. 60.000 sampai Rp.100.000 baru uang sewa costum Rp 50.000 jadi kalau dapat ka uang Rp.100.000 sisa Rp. 50.000," jelas Karim.

Awalnya Karim ditempatkan di Majene. Namun tak lama ia dipindahkan ke Mamuju, dan sekarang ia dipindahkan kembali ke Majene. 

Tak jarang Karim mendapatkan perlakuan kurang baik dari pemuda yang ada di sekitar tempat kerjanya, seperti menyuruh Karim untuk pulang, mengejek maupun memarahi Karim.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Meriah! STAIN Majene Rayakan Dies Natalis Ke-7 dengan tema "STAIN Majene menjadi Good University Governance 2024"

Pertama kali! UPTD Taman Budaya dan Museum Sulawesi Barat menggelar Workshop Tari

Harga Cabai Kian Meningkat